Pemkab Berau Terima Kunjungan Kerja FPK Se-Kaltim, Sufian Agus : Ajang Diskusi dan Mencari Solusi Permasalahan di Daerah

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Acara Welcome Party yang digelar Pemkab Berau dalam menyambut seluruh anggota Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) se-Kalimantan Timur di Balai Mufakat, Selasa (12/11/2024) malam berlangsung penuh suasana keakraban.

 

Pada kesempatan menerima Kunjungan Kerja FPK tersebut, Pjs Bupati Berau, Sufian Agus menyampaikan selain sebagai ajang silaturahmi, momen itu juga sebagai tempat tukar pikiran dan berdiskusi mengenai apa saja permasalahan yang ada di masing-masing daerah.

 

“Saya berharap pada pertemuan dan diskusi ini ada solusi menangani permasalahan yang ada. Termasuk pemetaan kerawanan konflik," ungkap Sufian Agus dalam acara juga dihadiri  Ketua FPK Kalimantan Timur, Syaharie Jaang beserta para Ketua FPK Se-Kalimantan Timur.

 

Sufian Agus juga mengatakan bahwa pertemuan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi kondusifitas daerah. Mengingat FPK merupakan ujung tombak dari Pemerintah dalam menjaga persatuan dan kesatuan, di mana FPK ini terdiri dari berbagai macam suku di dalamnya. “Tentu ini menjadi harapan dan keinginan kita bersama perwujudannya,” tegasnya.

 

Sementara itu Ketua FPK Kabupaten Berau, Tedy Nanang Abay menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Berau yang telah menyambut Kunjungan Kerja FPK se-Kalimantan Timur.  FPK Berau juga ingin membawa daerah aman dan damai. “ Dalam organisasi ini kita memiliki keragaman suku yang mempunyai tujuan untuk mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila sebagai ideologinya," katanya.

 

Sedangkan Ketua FPK Kalimantan Timur, Syaharie Jaang menjelaskan, kedatangan FPK se-Kalimantan Timur di Kabupaten Berau dalam rangka silahturahmi sekaligus menjaga keutuhan bangsa dan negara menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 27 November mendatang.

“Selain peran masyarakat dan tokoh menjadi hal vital, termasuk penyelenggara Pemilu seperti  pengawas dan pihak keamanan. Disini kita berupaya menyampaikan kepada masyarakat agar selalu menjaga keutuhan. Termasuk juga dalam menggunakan hak pilih yang ditargetkan mencapai 79 persen," katanya. (sep/FN/Advertorial)